Kamis, 05 November 2015





Katanya sebuah persahabatan itu bakal di uji suatu saat
Katanya sebuah persahabatan bakal renggang kalo ga komunikasi
dan Katanya sebuah persahabatan bakal berubah kalo salah satu dari kita punya pasangan
Dan gue mulai percaya



xoxo,

Sabtu, 16 Mei 2015

He

He
He makes you happy
He makes you laugh
He makes you smile
He makes you fly
He makes you forgot about your problem

But,

He makes you sad too
He makes you cry too
He makes you dissapointed
He makes you down too
He makes you cry every remember him
He just a friend with "best" in front of it

xoxo,

Rabu, 29 April 2015

Tidak selamanya menunggu itu enak
Menunggu itu hal yang bodoh
Ya, seperti menunggu kamu
Menunggu yang tidak pasti 
Aku tidak tahu
 kenapa aku harus menunggu
Seperti seseorang yang sedang
mengetuk pintu
Entah sampai kapan
 akan dipersilakan masuk
Tapi aku tidak pernah bisa berpaling
 dari pintu itu
Yang hanya bisa kulakukan
 hanyalah menunggu
Jadi, sampai kapan gue harus menunggu?:)


xoxo,


Selasa, 24 Maret 2015

Idk

Pernahkah kamu merasakan 
mencintai seseorang dan tidak mendapat balasan?
Pernakah kamu merasakan 
mencintai seseorang secara diam-diam?
Pernahkah kamu merasakan 
mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai?

Lelah rasanya hanya berpura-pura. Melihatmu dengan semangat menceritakan dambaan hatimu bak "hey, aku sedang menyukai dia." Melihat perjuanganmu untuk dia tanpa melihat sekelilingmu. Melihat sekeliling? untuk apa? lagi pula aku tak kan terlihat di duniamu. Kau selalu gagal, tapi kau tidak pernah  melihatku.
Aku selalu menatapnya walau aku tau dia tak pernah menatapku sebagaimana aku menatapnya. Memulai percakapan hanya untuk yang penting-penting saja. Mencintaimu secara diam-diam. Diam-diam memperhatikan, diam-diam mencari tahu, diam-diam menyembunyikan perasaan ini. Lelah dan sia-sia.
Aku tahu, seharusnya aku tidak menyukainya. Ini hanya merusak. Pernahkah kalian merasakan diperlakukan seperti lebih tapi ternyata itu hanya perlakuan persahabatan? Bersahabat seperti keluarga. Pernah terlintas dipikiranku untuk mengakhiri ruang lingkup ini yang hanya membuatku berpura-pura. Tapi aku tidak se-egois itu. Aku selalu mencoba untuk berjalan kedepan tetapi dia selalu memanggil lagi. Aku ingin untuk pergi dari perasaan ini dan melangkah kedepan, tetapi sia-sia, apa yang kau katakan selalu membuatku kembali lagi. 

"Menunggu itu menyakitkan, begitu pula juga meninggalkan. Tetapi tidak tahu harus menunggu atau meniggalkan, itulah yang lebih menyakitkan." 


-T.Avianka-

© gloomy blue
Maira Gall